Iklan

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN FIKIH MATERI HAJI DAN UMRAH DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN READING GUIDE PADA SISWA KELAS VIII B MADRASAH TSANAWIYAH AL-MU’AWANAH KAWUNGANTEN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2019/2020

OLEH : ABDUL KARIM, S.Pd.I

ABSTRAK

Abdul Karim, S.Pd.I NIP. 19710717 199403 1 001 ,” Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Fikih Materi Haji dan Umrah Dengan Strategi Pembelajaran Reading Guide Pada Siswa Kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah Al-Mu’awanah Kawunganten Semesster Genap Tahun Pelajaran 2019/2020.” Penelitian Tindakan Kelas ini adalah penerapan pembelajaran dengan strategi pembelajaran Reading Guide, peningkatan aktifitas dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan observasi untuk mengetahui proses pembelajaran Reading Guide, observasi untuk mengetahui aktifitas siswa, dan tes untuk mengetahui hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan strategi Reading Guide adalah sebagai berikut: Tahap 1: Orientasi, Tahap 2: Penyajian, Tahap 3: Latihan Terstruktur, Tahap 4: Latihan Terbimbing, Tahap 5: Latihan Mandiri. Pelaksanaannya dari siklus I ke siklus II mengalami perbaikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktifitas siswa dari kondisi awal, siklus 1, dan siklus 2 terus mengalami peningkatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan. Persentase siswa yang belum tuntas mengalami penurunan dari siklus 1 ke siklus 2 (dari 66,66% menjadi 18,75%). Persentase siswa yang sudah tuntas mengalami kenaikan dari siklus 1 ke siklus 2 (dari 33,33% menjadi 81,25%). Indikator keberhasilan PTK ini adalah bahwa PTK ini dikatakan berhasil jika persentase siswa yang nilai hasil belajarnya sudah tuntas mencapai minimal 80%. Dari tabel menunjukkan bahwa persentase siswa yang nilainya tuntas sudah mencapai 81,25%, maka PTK sudah berhasil.

PENDAHULUAN

Tujuan pendidikan Indonesia sebagaimana tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yakni manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung kemasyarakatan dan kebangsaan. Oleh karena itu pendidikan merupakan salah satu yang harus terpenuhi serta ditingkatkan agar bangsa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing dengan bangsa lain. Sebagai Sub Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan Islam telah memberikan andil yang besar dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Akibat perkembangan zaman dan adanya tuntutan sumber daya manusia yang berkualitas maka sistem pendidikan di Indonesia juga mengalami perubahan paradigma yang semula guru hanya menyampaikan materi pelajaran sementara siswa mendengarkan, mencatat, dan menghafal (dominan fokus pada guru), kini mulai diterapkan sistem student center dimana proses pembelajaran harus diupayakan agar siswa belajar secara aktif, kreatif, dan menyenangkan, sehingga hasil yang dicapai sesuai dengan harapan. Dalam hal ini dibutuhkan pula profesionalisme guru guna menciptakan iklim pendidikan yang lebih baik demi tercapainya tujuan pendidikan.

Dalam proses pembelajaran guru adalah salah satu komponen di lembaga pendidikan yang dipandang lebih mengetahui keadaan, kemampuan, dan kebutuhan siswa. Oleh karena itu guru dituntut perannya untuk dapat memilih dan menentukan suatu metode dan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang diajarkan, kondisi, dan keadaan siswa agar hasil belajar dapat meningkat. Pemilihan metode dan model pembelajaran ini hendaknya didasarkan pada pandangan bahwa belajar merupakan proses respon siswa terhadap stimulus (materi pembelajaran) yang diberikan oleh guru berdasarkan tujuan yang diinginkan, setiap siswa belajar sesuai dengan kesempatan dan kemampuannya secara baik sehingga hasilnya pun bisa maksimal.

Mencermati hal demikian, sebagai seorang pendidik pada lembaga pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Mu’awanah Kalijeruk Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap kami merasa tertantang untuk meningkatkan capaian keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran anak didik kami, termasuk anak didik kami di kelas VIII B. Hal ini karena hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas VIII B MTs. Al-Mu’awanah pada Mata Pelajaran Fikih pada setiap kompetensi dasar rata-rata tergolong rendah, sedangkan hasil yang diharapkan sesuai dengan Kriteria dan Ketuntansan Minimal (KKM) rata-rata sebesar 7,4. Perolehan nilai rata-rata yang masih di bawah standar KKM menunjukkan bahwa siswa belum tuntas dalam pencapaian hasil belajar. Padahal belajar dikatakan tuntas apabila siswa telah menguasai 75

– 80 persen materi yang diajarkan. Belum tuntasnya siswa dalam pencapaian hasil belajar dapat terjadi proses pembelajaran yang berjalan selama ini tidak atau belum menggunakan metode atau model pembelajaran yang tepat, siswa terkesan pasif, mereka kurang bisa mencerna dan memahami materi pelajaran yang disampaikan.

Salah satu strategi pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan semangat dan kreativitas belajar siswa adalah strategi pembelajaran Reading Guide. Pendekatan Reading Guide ini merupakan konsep pembelajaran yang dapat membantu guru mentransfer pengetahuan (materi pembelajaran) kepada siswa secara efektif, dan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan penuh semangat, adanya kebersamaan dan penuh rasa tanggung jawab.

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan PTK (PenelitianTindakan Kelas) dengan judul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Fikih Materi Haji dan Umrah dengan Strategi Pembelajaran Reading Guide Pada siswa Kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah al-Mu’awanah Kawunganten Semesster Genap Tahun Pelajaran 2019/2020”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka rumusan masalahnya adalah “Bagaimana penerapan strategi pembelajaran Reading Guide pada pembelajaran Mata Pelajaran Fikih materi pokok Haji dan Umrah, apakah strategi pembelajaran Reading Guide pada pembelajaran Mata Pelajaran Fikih materi pokok Haji dan Umrah dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dan seberapa jauh peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah al-Mu’awanah Kawunganten Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020 melalui penerapan strategi pembelajaran Reading Guide”.

Tujuan Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini secara umum bertujuan untuk mengetahui implementasi penerapan strategi pembelajran Reading Guide dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Fikih materi pokok Haji dan Umrah pada siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah al-Mu’awanah Kawunganten Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020. Secara rinci tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut ;

  1. Untuk mengetahui penerapan strategi pembelajaran Reading Guide pada Mata Pelajaran Fikih materi Haji dan Umrah pada siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah Al-Mu’awanah Kawunganten.
  2. Untuk mengetahui seberapa jauh peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah Al-Mu’awanah Kawunganten pada materi haji dan umrah dengan menggunakan strategi pembelajaran Reading Guide

Manfaat Penelitian

Manfaat Teoritis

Untuk menambah khasanah keilmuan dalam bidang ilmu cara meningkatkan prestasi belajar siswa.

Manfaat Praktis

Bagi Siswa, antara lain :

  1. Siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya.
  2. Dalam diri siswa akan tumbuh semangat dan tanggung jawab untuk memahami materi pembelajaran.
  3. Akan tumbuh sikap disiplin dan mandiri pada diri siswa serta kerja sama yang baik bersama teman-temannya.

Bagi Guru

Memberikan bahan masukan pengeratuan dan alternatif model pembelajaran kepada siswa dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Reading Guide.

Bagi Madrasah

Sebagai referensi tambahan cara pembelajaran dan sebagai sumbangan pemikiran dalam meningkatkan pemahaman dan prestasi belajar siswa dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Reading Guide.

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Belajar

Menurut Slameto (1995) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil dari pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Belajar memiliki tiga arti penting menurut Al-Qur’an. Pertama, bahwa orang yang belajar akan mendapatkan ilmu yang dapa digunakan untuk memecahkan segala masalah yang dihadapinya di kehidupan dunia. Kedua, manusia dapat mengetahui dan memahami apa yang dilakukannya karena Allah sangat membenci orang yang tidak memiliki pengetahuan akan apa yang dilakukannya karena setiap apa yang diperbuat akan dimintai pertanggungjawabannya. Ketiga, dengan ilmu yang dimilikinya, mampu mengangkat derajatnya di mata Allah. Belajar merupakan kebutuhan dan berperan penting dalam kehidupan manusia. Hal ini disebabkan manusia terlahir tidak mengetahui apa-apa, ia hanya dibekali potensi jasmaniah dan rohaniah (QS. An-Nahl : 78). Maka sangat beralasan jika mengapa dan bagaimana manusia itu dipengaruhi oleh bagaimana ia belajar.

Hasil Belajar

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005) hasil belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru. Hasil belajar adalah perubahan sikap/tingkah laku setelah anak melalui proses belajar (W.S Winkel 1983).

Menurut Slameto (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat digolongkan ke dalam dua golongan yaitu faktor intern yang terdiri dari kecerdasan atau intelegensi, perhatian, bakat, minat, motivasi, kematangan, kesiapan dan kelelahan dan faktor ekstern yang terdiri dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Strategi Pembelajaran Reading Guide

Menurut Aini (2014: 2), strategi Reading Guide adalah bacaan penuntun, maksudnya membaca bacaan yang sudah dipersiapkan sesuai dengan materi yang hendak disampaikan, siswa bisa dituntun untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah dipersiapkan, atau dengan bacaan itu siswa dituntun bisa membuat pertanyaan-pertanyaan. Penggunaan Reading Guide juga dapat memberikan kefektivitasan waktu dalam menyampaikan materi, karena tugas guru hanya menyampaikan hal-hal yang dianggap penting saja dalam mempelajari bahan bacaan yang telah dibuat tadi, selanjutnya siswalah yang lebih banyak memahami materi yang telah dibuatkan bacaannya tersebut.

Kerangka Berpikir

Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan belajar dikelola secara sengaja oleh pendidik untuk melibatkan peran aktif siswa dalam pemindahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Kurangnya minat belajar siswa khususnya pelajaran fikih berdapak pada situasi belajar yang kurang aktif yang akan berdampak pada nilai akhir atau hasil belajar yang tidak sesuai yang diharapkan.

Tinggi rendahnya minat belajar dipengaruhi dua faktor yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar seperti metode pengajaran dan media pembelajaran yang dipakai guru saat proses pembelajaran. Posisi guru yang sangat dominan dalam proses pembelajaran akan membuat siswa jenuh, apalagi metode yang digunakan guru kurang menarik dan hanya didominasi dengan ceramah. Berbagai penelitian telah menunjukan bahwa pembelajaran aktif dengan memberikan model-model pembelajaran yang menyenangkan untuk meningkatkan minat belajar siswa agar dapat aktif untuk mengikuti pelajaran khususnya Fikih.

Setelah memperhatikan keadaan kelas di atas, maka peneliti mencoba menggunakan strategi pembelajaran Reading guide untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dengan demikian, uraian kerangka pikir dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1: Kerangka berpikir

Hipotesis Tindakan

Berdasarkan permasalahan yang ada dalam proses pembelajaran, maka hipotesis dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah : Jika dalam proses pembelajaran Mata Pelajaran Fikih materi pokok Haji dan Umrah pada siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah al-Mu’awanah Kawunganten Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020 menggunakan strategi pembelajaan Reading Guide, maka prestasi belajar siswa akan dapat ditingkatkan.

METODE PENELITIAN

Setting dan Subyek Penelitian

Penelitian ini direncanakan dalam 2 siklus. Satu siklus terdiri dari dua kali pertemuan, dan setiap pertemuan berdurasi 2 x 40 menit. Subyek penelitian yang akan digunakan adalah siswa kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah al-Mu’awanah Kawunganten Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 24 siswa, terdiri dari 14 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki.

Prosedur Siklus Penelitian

Pengumpulan Data

Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan metode Observasi dan Tes dalam perolehan data hasil penelitian.

Analisis Data

Analisis data yang dilakukan pada PTK ini melalui tahap sebagai berikut: (1) Reduksi data, (2) Penyajian data, dan (3) Penarikan kesimpulan. Teknik yang digunakan untuk analisis data pada penelitian ini adalah teknik deskriptif analitik.

Indikator Keberhasilan

Penelitian Tindakan Kelas ini dikatakan berhasil jika data kualitatif yang berupa kegiatan guru dan perilaku siswa (yakni aktifitas) mengalami perbaikan dari siklus ke siklus. Indikator keberhasilan dari data kuantitatif, yakni hasil belajar siswa, ditetapkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa dianggap berhasil jika rata-rata nilai siswa setelah melakukan postes pada akhir setiap pertemuan di setiap siklus prosentase siswa yang nilai hasil belajarnya sudah tuntas (=/>KKM) mencapai minimal 80%.

Jadwal Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2019/2020 tepatnya pada bulan Maret-Mei tahun 2020.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilakukan dalam beberapa siklus. Data hasil siklus I dan II disimpulkan sudah mencapai kriteria keberhasilan tindakan yang ditetapkan. Berikut ini jabaran data-data yang diperoleh pada masing-masing siklus.

Siklus I

Hasil Belajar

Berdasarkan tes yang dilakukan di setiap pertemuan pada siklus I diketahui bahwa rata-rata nilai yang diperoleh siswa untuk Mata Pelajaran Fikih KD 3.2 (KKM 74) adalah 63,53.

Persentase Belum Tuntas : 16/24 x 100% = 66.66% Persentase Sudah Tuntas : 8/24 x 100% = 33.33%

Tabel Hasil Belajar Siswa Kondisi Awal dan Siklus I

No Kategori Nilai Kondisi Awal Siklus I Siklus II
1 Belum Tuntas (< KKM) 83,33% 66,66%
2 Tuntas (=/> KKM) 16,66% 33,33%

Tabel diatas menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan. Persentase siswa yang belum tuntas mengalami penurunan dari kondisi awal ke siklus 1 (dari 83,33% menjadi 66.66%). Persentase siswa yang sudah tuntas mengalami kenaikan dari kondisi awal ke siklus 1 (dari 16,66% menjadi 33.33%). Indikator keberhasilan PTK ini adalah apabila nilai hasil belajar kategori “tuntas” mencapai minimal 80%. Karena persentase siswa yang sudah tuntas masih <80% (33.33%), maka PTK harus dilanjutkan pada siklus 2.

Aktifitas atau Kegiatan Siswa

Kesimpulan catatan dua observer:

  1. Di antara siswa banyak yang kurang bersemangat dan serius dalam membaca, memahami, dan mencari jawaban atas kisi-kisi/pertanyaan materi pembelajaran.
  2. Dalam berdiskusi siswa kurang bisa bekerja sama dengan kelompok, ada yang aktif dan banyak yang pasif, sehingga seolah-olah diskusi kelompok hanya didominasi oleh anak-anak tertentu.
  3. Ketika perwakilan kelompok maju membacakan hasil diskusinya semua siswa pasif, tidak ada yang mengajukan pertanyaan ataupun menyanggah jawaban dari kelompok lainnya.
  4. Di antara siswa banyak yang belum menyelesaikan tugasnya dalam menulis jawaban atas kisi-kisi/pertanyaan materi pembelajaran.
  5. Ketika guru mengajukan pertanyaan tentang jawaban dari kisi-kisi/pertanyaan materi pembela jaran tidak ada siswa bersedia menjawabnya kecuali mereka yang ditunjuk oleh guru.

Proses Pembelajaran

Hasil observasi menunjukkan bahwa pembelajaran secara umum sudah baik (bagus), tetapi harus ada beberapa yang harus diperbaiki dan ditingkatkan lagi, antara lain : Penggunaan media pembelajaran belum dilakukan dan Optimalisasi setiap langkah pembelajaran harus dilakukan lagi.

Siklus II

Hasil Belajar

Dilihat dari rata-rata nilai, pada siklus II ini mengalami peningkatan dibanding di siklus I, yakni 63,53 menjadi 75,25.

Persentase Belum Tuntas : 4,5/24 x 100% = 18.75% Persentase Sudah Tuntas : 19,5/24 x 100% = 81.25%

Tabel Hasil Belajar Siswa Kondisi Awal, Siklus I dan II

No Kategori Nilai Kondisi Awal Siklus I Siklus II
1 Belum Tuntas (<KKM) 83,33% 66,66% 18,75%
2 Tuntas (=/> KKM) 16,66% 33,33% 81,25%

Tabel di atas menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan. Persentase siswa yang belum tuntas mengalami penurunan dari siklus I ke siklus II (dari 66.66% menjadi 18.75%). Persentase siswa yang sudah tuntas mengalami kenaikan dari siklus I ke siklus II (dari 33,33% menjadi 81.25%). Penelitian Tindakan Kelas dikatakan berhasil apabila nilai hasil belajar kategori “tuntas” mencapai minimal 80%. Dari tabel di atas menunjukkan bahwa persentase siswa yang nilainya tuntas sudah mencapai 81.25%, maka PTK sudah dianggap berhasil (tidak dilanjutkan pada siklus 3).

Aktifitas atau Kegiatan Siswa

Kesimpulan catatan dua observer:

  1. Dalam berdiskusi kelompok siswa sudah menunjukkan keseriusannya. Agar tidak tampak tegang, untuk kegiatan pembelajaran ke depan sebaiknya dikondisikan secara rileks tapi tetap serius.
  2. Struktur dalam kelompok diskusi sebaiknya dirolling, misalnya untuk posisi ketua, agar masing-masing berlatih untuk memiliki rasa tanggung jawab, sehingga untuk diskusi-disksi ke depan berjalan lebih optimal.
  3. Dalam berdiskusi kelompok, kerjasama siswa sudah berjalan dengan baik dan dinamis, siswa sudah tidak bersifat individualis lagi. Dalam kegiatan pembelajaran ke depannya, hendaknya siswa diarahkan umtuk lebih bisa mempertahankan pendapatnya yang sudah benar, sebaiknya anggota kelompok diskusi diroling sebagai penyegaran. Untuk suasana diskusi kelompok yang sudah dinamis mungkin bisa lebih dikondisikan agar tidak mengganggu kelompok lainnya.
  4. Ketika mengerjakan tugas menjawab pertanyaan kisi-kisi atau pertanyaan dari materi pembelajaran sudah berlangsung dengan baik, semua siswa sudah mampu menyelesaikan tugasnya sesuai alokasi waktu yang telah ditetapkan oleh guru. Dalam diskusi kelompok untuk kegiatan pembelajaran ke depan hendaknya perkembangan waktunya selalu diingatkan agar siswa bisa mengatur waktunya dengan baik. Siswa yang sudah selesai sebelum alokasi waktu habis hendaknya dipersilakan mengecek kembali jawabannya.
  5. Pertanyaan guru tentang materi pembelajaran ada kemajuan yang signifikan dan banyak siswa yang merespon. Agar pertanyaan guru tidak terkesan didominasi oleh siswa-siswa tertentu, ke depannya mungkin ada pembatasan dan memberi kesempatan juga kepada siswa lainnya secara merata.

Proses Pembelajaran

Hasil observasi menunjukkan bahwa pembelajaran secara umum sudah sangat baik. Langkah penggunaan media pembelajaran sudah diperbaiki dan langkah-langkah pada siklus I yang belum optimal sudah dioptimalkan bahkan ada yang ditingkatkan Sangat Baik (skor 3), yakni langkah pemberian contoh atau langkah-langkah dalam menjawab kisi-kisi dan langkah pemberian ulasan atau penjelasan siswa atas kisi-kisi yang diberikan. Hal itu menunjukkan bahwa pembelajaran sudah berlangsung sangat bagus.

Pembahasan Hasil Penelitian

Aktifitas (kegiatan) dan hasil belajar siswa sangat ditentukan oleh bagaimana mereka melakukan proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang monoton, tentu tidak akan berdampak bagi aktifitas dan keberhasilan siswa dalam mencapai hasil belajar yang tinggi. Peningkatan hasil belajar bisa ditingkatkan ketika proses pembelajaran yang berlangsung melibatkan siswa dalam berbagai bentuk dan langkah kegiatan. Strategi pembelajaran Reading Guide merupakan salah satu strategi pembelajaran yang memfasilitasi hal tersebut.

Tahap-tahap belajar dengan strategi Reading Guide menunjukkan proses pembelajaran (kegiatan) yang bervariasi. Secara umum langkah-langkah tersebut dapat memberikan dampak terhadap peningkatan aktifitas dan hasil belajar siswa. Tetapi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap langkah strategi pembelajaran Reading Guide harus dilakukan lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru memiliki peran sentral di sini. Guru harus bisa merancang secara kreatif pada setiap langkah strategi pembelajaran Reading Guide ini.

Siklus I

Pada siklus ini guru telah menerapkan langkah-langkah strategi pembelajaran Reading Guide sesuai dengan prosedur. Tetapi pada pelaksanaannya belum optimal karena ada beberapa langkah yang dilakukan memerlukan kreativitas dan inovasi, yakni (a) penggunaan media pembelajaran dalam rangka untuk mempermudah pemahaman siswa, (b) pemberian contoh/langkah-langkah pengerjaan kisi-kisi, (c) pemberian umpan balik yang bersifat korektif, (d) pemberian ulasan/penjelasan atas jawaban siswa, dan (e) pemberian kesimpulan, klarifikasi, dan tindak lanjut. Tetapi secara umum, pada siklus ini hasilnya lebih baik dibanding dengan kondisi awal dari aspek aktifitas dan hasil belajar siswa.

Siklus II

Analisis data hasil belajar siswa menunjukkan dari kondisi awal, ke siklus 1 dan siklus 2 mengalami peningkatan. Persentase hasil belajar pada siklus 2 sudah mencapai target (indikator kinerja) bahkan melebihi. Data ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru (peneliti) memberikan dampak bagi peningkatan terhadap hasil belajar siswa.

PENUTUP

Simpulan

Berdasarkan hasil deskripsi dan paparan data sebagaimana dikemukakan pada hasil penelitian dapat dikemukakan simpulan penelitian sebagai berikut:

  1. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktifitas atau kegiatan siswa dari siklus I ke siklus II terus mengalami peningkatan yang berarti sehingga berdampak positif terhadap hasil belajar siswa.
  2. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan. Persentase siswa yang belum tuntas mengalami penurunan dari siklus I ke siklus II (dari 66,66% menjadi 18,75%). Persentase siswa yang sudah tuntas mengalami kenaikan dari siklus I ke siklus II (dari 33,33% menjadi 81,25%). Indikator keberhasilan PTK ini adalah, bahwa PTK ini dikatakan berhasil jika persentase siswa yang nilai hasil belajarnya sudah tuntas mencapai minimal 80%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa persentase siswa yang nilainya tuntas sudah mencapai 81,25%, maka PTK sudah berhasil.

Saran

Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar Mata Pelajaran Fikih lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut:

1. Untuk melaksanakan pembelajaran dengan strategi pembelajaran Reading Guide memerlukan persiapan yang cukup matang, yakni berupa persiapan media pembelajaran yang mempermudah pemahaman siswa dalam pengerjaan soal-soal, contoh/langkah-langkah praktis pengerjaan kisi-kisi ,materi pembelajaran, dan motivasi efektif.

2. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran, walau dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.

DAFTAR PUSTAKA

Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta : Rineka Cipta.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2005. Jakarta: Balai Pustaka

Aini, Badrul. Pengaruh Strategi Reading Guide terhadap Kemampuan Membaca Cerpen Kelas X SMA Al-Hidayah Medan Tahun Pembelajaran 2013/2014

Winkel, W.S. 1983. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.

BIODATA

N A M A : ABDUL KARIM, S.Pd.I

NIP : 19710717 199403 1 001

PANGKAT/GOL : PEMBINA/ IV A

UNIT KERJA : MTs AL-MU’AWANAH KAWUNGANTEN

KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN CILACAP PROPINSI JAWA TENGAH

By admin

You cannot copy content of this page