Iklan

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING MELALUI GOOGLE CLASSROOM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI SISWA BAGI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS 2 PADA MATERI PERISTIWA PENTING DUNIA DI SMA NEGERI PATIKRAJA TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Oleh Tri Sukesti

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Berita yang sangat mengkawatirkan masyarakat dunia dengan adanya virus corona pada bulan Oktober 2019 meluluh lantakkan Cina, kemudian dalam sekejap sudah merebak ke seluruh penjuru dunia. COVID-19 (corona virus disease 2019) oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) dinyatakan sebagai pendemi internasional. Bencana non alam ini memaksa dunia masuk pada tatanan sosial baru, termasuk dunia pendidikan kebijakan physical distancing “melarang peserta didik belajar di sekolah” merupakan tantangan besar yang harus dihadapi oleh guru. Bagaimanapun kondisinya, pembelajaran harus tetap berlangsung untuk mencapai target pencapaian kompetensi yang telah ditentukan, salah satunya melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilakukan dari rumah.

Berdasarkan Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, dijelaskan mengenai kriteria pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan dasar menengah untuk mencapai kompetensi lulusan, dimana poin utamanya adalah adanya pembelajaran yang aktif yang dilakukan oleh guru dan peserta didik di sekolah. Namun, kondisi tersebut tidak seluruhnya sejalan dengan yang diharapkan. Berdasarkan kenyataan yang penulis rasakan langsung di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Patikraja dalam masa PSBB, karena kondisi pandemi Covid-19. terdapat beberapa masalah yaitu:

  1. Rendahnya hasil belajar peserta didik dalam tugas-tugas yang diberikan oleh guru
  2. Kurangnya motifasi dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran daring
  3. Peserta didik kurang bersungguh-sungguh dalam belajar

untuk nilai KKM adalah 70, untuk nilai ulangan harian dari jumlah 36 anak hanya 16 anak yang sudah mencapai nilai KKM dan 20 anak masih mendapat nilai di bawah KKM.

Apabila permasalahan tersebut tidak ditindak lanjuti, maka untuk kedepannya dapat menimbulkan dampak yang kurang baik bagi peserta didik, guru, maupun sekolah. Bagi guru, akan merasa gagal dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik Bagi peserta didik akan menyebabkan prestasi belajar semakin menurun, karena mereka bosan belajar jarak jauh, sedangkan bagi sekolah tentu hal ini akan berakibat pada rendahnya kualitas hasil belajar di sekolah.

Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi beberapa faktor antara lain model pembelajaran yang baik. Model pembelajaran yang baik adalah model yang dapat mengaktifkan siswa baik mental maupun fisik, menantang siswa untuk belajar lebih giat dan dapat mengembangkan kemampuan kognitif siswa. Oleh karena itu, metode ini akan berpengaruh positif terhadap hasil belajar dan minat belajar siswa.

Penelitian yang dilakukan oleh Asminah berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Sejarah Melalui Model Discovery Learning Menggunakan Kartu Pembeljaran Kelas XII IPS 5 SMA N 2 Bangkinang Kota Tahun Pelajaran 2015/16” meneliti tentang meningkatakan Hasil belajar dan keaktifan belajar melalui discovery learning, menggunakan peniltian tindakan kelas dengan metode observasi dengan hasil Tingkat minat eksplorasi lingkungan sosial siswa dalam proses pembelajaran Sejarah mengalami kemajuan, siswa yang terlibat mencapai 27 orang tuntas 23 siswa atau 85,16 % dan 4 siswa yang belum tuntas dan akan dilakukan remedial secara individu ( Https//jptam.org.)

Berdasarkan uraian diatas upaya yang dilakukan peneliti adalah dengan mengimplementasikan model pembelajaran discovery learning yang dikemas menggunakan media google classroom. Google clasroom berisi bahan ajar, media pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik, Evaluasi dan Perpustakaan Digital yang dikemas dengan sistematik, menarik dan mudah di akses oleh guru dan siswa. Berdasar uriaian diatas maka dilakukan penelitian dengan judul :

“Penerapan Model Discovery Learning melalui Google Classroom untuk meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa bagi Peserta Didik Kelas XI IPS 2 Pada materi Peristiwa Penting Dunia Di SMA Negeri Patikraja Tahun Pelajaran 2020/2021”

  1. Identifikasi masalah
  2. Rendahnya hasil belajar peserta didik dalam tugas-tugas yang diberikan oleh guru
  3. Kurangnya motifasi dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran daring
  4. Peserta didik kurang bersungguh-sungguh dalam belajar
  5. Analisis Masalah

Untuk mengetahui penyebab timbulnya masalah perlu dilakukan analisis. Berdasarkan hasil refleksi diri, faktor penyebab rendahnya tingkat pemahaman atau kemampuan dan rendahnya hasil belajar siswa terhadap materi yang diajarkan adalah:

  1. Metode yang digunakan guru kurang menarik.
  2. Guru kurang kreatif menciptakan kondisi pembelajaran yang membangkitkan motivasi belajar siswa.

Dengan mempertimbangkan ke dua faktor penyebab di atas alternatif pemecahan masalah yang akan ditempuh diorientasikan pada penggunaan model pembelajaran. Dalam hal ini saya memilih model discovery learning yang sesuai dengan perkembangan kognitif siswa kelas X dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa yakni model discovery learning melalui google classroom. Penerapan metode ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa

Rumusan Masalah

Berdasarkan alternatif pemecahan masalah di atas, maka masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

Bagaimana Penerapan Model Discovery Learning melalui Google Classroom untuk meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa bagi Peserta Didik Kelas XI IPS 2 Pada materi Peristiwa Penting Dunia Di SMA Negeri Patikraja Tahun Pelajaran 2020/2021

5. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningktakan hasil belajar siswa materi Peristiwa Penting Dunia melalui google classroom bagi peserta didik kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Patikraja Tahun Pelajaran 2020/2021 menggunakan model Discovery Learning melalui google classroom.

Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

Bagi siswa

  1. Mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran.
  2. Tercipta suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga diharapkan situasi tersebut memberikan kontribusi terhadap hasil belajar.

Manfaat bagi guru (peneliti)

  1. Dapat meningkatkan dan memperbaiki kwalitas pembelajaran yang disesuaikan dengan tujuan, materi dan kondisi siswa.
  2. Dapat meningkatkan kemampuannya dalam merancang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi hubungan sosial sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik.

KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA BERPIKIR

Model Discovery Learning

Menurut Kurniasih (2014) model discovery learning merupakan sebuah teori belajar dengan proses pembelajaran yang siswanya dituntut untuk melakukan kegiatan seperti mengumpulkan informasi, membandingkan, mengkatogorikan, menganalisis, mengintergasi, mengorganisasi dan membuat kesimpulan. Jadi, pada model pembelajaran ini, pengajar tidak menyajikan dalam bentuk final, tetapi mahasiswanya yang dituntut untuk aktif.

Joolingen (1998), menyatakan bahwa discovery learning adalah salah satu bentuk model pembelajaran yang siswanya melakukan suatu percobaan dan menemukan sendiri prnsip berdasarkan percobaan sendiri sebagai bentuk membangun pengetahuan mereka.

Melalui pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa model discovery learning adalah model pembelajaran yang menyajikan suatu pembelajaran tidak dalam bentuk akhirnya, tetapi siswa dituntut untuk dapat berperan aktif melalui penemuan informasi sehingga siswa memproleh pengetahuannya sendiri dengan pengematan atau diskusi dalam rangka mendapatkan pembelajaran yang lebih bermakna.

Google Classroom

Google Classroom (bahasa Indonesia: Google Kelas) merupakan sebuah layanan web dari Google tanpa berbayar untuk sekolah yang tujuannya untuk memudahkan kegiatan pembelajaran tanpa harus bertatap muka. Tujuan Google Classroom adalah untuk mempermudah antara guru dan siswa dalam berbagi file. Google Classroom dapat menggabungkan berbagai layanan google seperti Sheets atau Slides untuk penulisan, Google Drive untuk pengiriman dan pembuatan penugasan, Gmail untuk komunika dan lainnya. Siswa dapat bergabung ke sebuah kelas melalui kode pribadi, diundang, atau secara otomatis diimpor dari domain sekolah.

http://jesoc.com/wp-content/uploads/2016/03/KC3_35.pdf

Manfaat Googleclassroom adalah:

Proses seting yang cepat dan nyaman

Guru menambahkan daftar siswa dan berbagi kode unuik yang memungkinkan akses ke kelas pada Googleclassroom

Menghemat waktu

Peserta didik tidak lagi mendownloud tugas guru namun peserta didik tinggal melihat tuga di tugas Guru pada Googleclassroom yang sudah dibuat oleh guru

Meningkatkan kerjasama dan komunikasi

Guru dapat berkomunikasi dengan siswa dalam diskusi online dan memberitahu mereka tentang kegiatan pembelajaran

Terjangkau dan aman

Googleclassroom tidak mengandng iklan, konten dan gratis untuk sekolah

Hasil Belajar

Pengertian hasil belajar secara umum adalah sesuatu yang dicapai atau diperoleh siswa berkat adanya usaha atau fikiran dalam bentuk penguasaan, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai aspek kehidupan sehingga nampak pada diri indivdu penggunaan penilaian terhadap sikap, pengetahuan, kecakapan dasar dan perubahan tingkah laku secara kuantitatif.

Hasil belajar juga dapat didefinisikan sebagai prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan membawa suatu perubahan dan pembentukan tingkah laku seseorang dalam sebuah sistem pendidikan tertentu (Zakky, 2020).

Nana Sudjana (1995:22) mengemukakan “Hasil Belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya”. Dalam setiap perbuatan manusia untuk mencapai tujuan, selalu diikuti dengan pengukuran dan penilaian sedemikian pula halnya di dalam proses belajar. Dengan mengetahui prestasi belajar anak kita dapat mengetahui kedudukan anak di dalam kelas, apakah anak tersebut kelompok anak pandai, sedang atau kurang.

Prestasi sebagai hasil dari kegiatan belajar yang telah dilakukan oleh siswa mempunyai fungsi untuk menunjukan seberapa besar kemampuan siswa dalam menangkap dan memahami materi yang telah disampaikan. Prestasi yang telah diperoleh merupakan usaha yang telah dilakukan oleh siswa yang biasanya berupa nilai rapor.

Hasil belajar merupakan faktor penting untuk menentukan tingkat pengetahuan siswa. Dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar, prestasi siswa dapat diketahui dari hasil evaluasi. Menurut Muhibbinsyah (2005: 195) “Evaluasi artinya penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program”.

Motivasi

Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku manusia mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan. Belajar memegang peran penting didalam perkembangan, kebiasaan, sikap, keyakinan, tujuan, kepribadian dan bahkan persepsi manusia. Oleh karena itu dengan ”menguasai prinsip-prinsip dasar tentang belajar, seseorang mampu memahami bahwa aktivitas belajar itu memegang peranan penting dalam proses perkembangan. individu” (Gagne, 1984).

Seseorang mampu memahami proses belajar dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari belajar pada kehidupan nyata, maka ia akan mampu menjelaskan segala sesuatu yang ada dilingkungannya. ”Hasil belajar merupakan perubahan yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar” (Catharina, 2006:13).

Menurut Sardiman (2006:73), Pengertian Motivasi merupakan perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya felling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.

Motivasi didefinisikan sebagai dorongan. Dorongan merupakan suatu gerak jiwa dan perilaku seseorang untuk berbuat. Sedangkan motif dapat dikatakan suatu driving force yang artinya sesuatu yang dapat menggerakkan manusia untuk melakukan tindakan atau perilaku, dan di dalam tindakan tersebut terdapat tujuan tertentu.

http://repository.unikac.id

Dari pengertian maupun devinisi motivasi dari para ahli dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan suatu keadaan atau kondisi yang mendorong, merangsang atau menggerakan seseorang untuk melakukan sesuatu atau kegiatan sehingga ia dapat mencapai tujuan

PENELITIAN YANG RELEVAN

Beberapa penelitian yang relevan dalam penelitian ini antara lain

Hasil penelitian Luluk Masruroh (2015) yang berjudul “ Penerapan Model Discovery Learning Dalam Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Di SMAN 4 Sidoarjo Tahun Pelajaran 2014/2015. terjadi peningkatan motivasi belajar hanya 44,66% pada siklus satu , pada siklus dua meningkat menjadi 75,70% .

Dalam penelitian yang dilakukan Luluk Masruroh SMAN 4 Sidoarjo yang berjudul Penerapan Model Discovery Learning Dalam Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Di SMAN 4 Sidoarjo mencari sumber buku seperti buku paket buku penunjang dalam penelitian penulis selain menggunakan buku paket sebagai buku penunjang juga menggunakan buku elektronik yang sisimpan dalam Google Clasroomdan persamannya sama sama menggunakan metode discovery Learning dan yang diteliti anak SMA

Hasil penelitian dari Asminah SMA N 2 Bangkinang Kota ( 2016 ) yang berjudul “ Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Sejarah Melalui Model Discovery Learning Menggunakan Kartu Pembeljaran Kelas XII IPS 5 SMA N 2 Bangkinang Kota Tahun Pelajaran 2015/2016” Proses pembelajaran Sejarah mengalami kemajuan, siswa yang terlibat mencapai 27 orang tuntas 23 siswa atau 85,16 %. Hanya 4 siswa yang remidi dan kemudian diadakan perbaikan

Dalam Penelitian yang dilakukan Asminah SMA N 2 Bangkinang Kota yang berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Sejarah Melalui Model Discovery Learning Menggunakan Kartu Pembeljaran Kelas XII IPS 5 SMA N 2 Bangkinang Kota Tahun Pelajaran 2015/2016 menggunakan Kartu Pembeljaran dalam penelitian saya menggunakan Googleclassroom yang di dalam Google classroom terdapat sumber belajar elektronik, Quiz

KERANGKA BERPIKIR

Dalam Proses pembelajaran awal terdapat beberapa permasalah antara lain nilai siswa kurang memadai masih di bawah KKM, guru menggunakan metode yang kurang menarik, anak kurang aktif dalam pembelajaran, dan siswa mengumpulkan tugas terlambat bahkan sebagian tidak mengumpulkan, kemudian guru mengubah metode mengajar yaitu menerapkan model Discoveri Learning melalui Google Classrom dimana dalam pembelajaran timbul kerjasama dan siswa melakukan berbagai kegiatan seperti menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan , menganalisis serta memberikan kesimpulan dalam proses pembelajaran yang menyebabkan peningkatan hasil belajar dan motivasi siswa dalam proses belajar mengajar.

Oleh karena itu penulis berusaha mencari solusi dari permasalahan tersebut dengan melakukan sebuah penelitian tindakan kelas. Dalam penelitian tindakan kelas ini penulis menerapkan model pembelajaran berbasis penemuan ini diharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar.

METODELOGI PENELITIAN

Setting Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan pada mata pelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Patikraja pada semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021. Waktu pelaksanaan penelitian pada bulan Oktober – November 2021 karena waktu tersebut masih aktif KBM yaitu sebelum pelaksanaan Penilaian akhir semester yang terjadi pada kondisi pandemi Covid-19. Penelitian dilaksanakan pada Peserta didik Kelas XI IPS 2 dengan jumlah Peserta didik sebanyak 36 orang. Penelitian ini dilaksanakan paling sedikit 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 langkah, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi

Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas yang berjumlah 36 siswa, siswa laki laki berjumlah 12 dan siswa perempuan 24. Alasan pengambilan di kelas XI IPS 2 adalah Materi Sejarah dalam KD Peristiwa Penting Dunia pada Mata Pelajaran Sejarah merupakan Materi yang nilainya kurang maksimal dibandingkan pada materi yang lain Hasil nilai ulangan harian di kelas ini belum maksimal. Masih banyak anak yang memperoleh nilai di bawah KKM.

Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah berkaitan dengan data-data yang dibutuhkan untuk bahan kajian dalam menganalisis data . Pada penelitian ini sumber data yang dibutuhkan adalah:

Sumber Data Primer

Ulangan Harian

Adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik setelah menyelesaikan materi dalam Kompetensi dasar untuk mengukur kemampuan siswa mencapai ketuntasan minimal. Ulangan Harian dilaksanakan setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar atau lebih bisa berbentuk soal uraian, test lisan atau menyesuaikan kompetensi yang di ukur

Nilai tugas

Nilai yang diberikan oleh guru kepada peserta didik, tugas bisa dikesrjakan di rumah atau disekolah untuk mendukung nilai raport

Sumber Data Sekunder

Hasil pengamatan Teman Sejawat

Adalah observasi terhadap pengajaran seseorang oleh teman guru atau teman sejawat biasanya di sebut observasi partisipan

Teknik dan Alat Pengumpul Data

Tehnik Pengumpulan data

Metode tes tertulis dan lisan merupakan metode utama yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini, sedangkan observasi dan wawancara merupakan metode bantu sebagai pelengkap yang hasilnya digunakan sebagai pembanding dalam proses triangulasi. Tes dan observasi dilakukan pada siswa kelas XI IPS 2 yang berjumlah 36 siswa. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi tentang penyebab siswa mendapat nilai yang kurang maksimal pada pembelajaran sosiologi

Alat pengumpulan data

Ketika pengumpulan data berlangsung berlangsung guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengisi butiran soal mengisi lembar Observasi juga melakukan wawancara untuk mengumpulkan berbagai macam informasi dengan demikian siswa diberi kesempatan untuk mengumpulkan (collection) berbagai macam informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan narasumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.

Validasi Data

Validitas data pada penelitian kualitatif ini digunakan triangulasi data dan triangulasi metode yaitu mengecek kebenaran data atau instrumen dari sudut pandang yang berbeda yang diambil dari tiga sumber yaitu data dari guru peneliti, data dari siswa dan data dari kolaborator yang sangat diperlukan kejujuran dari setiap data

Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman, yaitu model analisis interaktif yang meliputi: reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasinya

Indikator Kinerja

Indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan prestasi belajar siswa baik secara klasikal maupun individual . Apabila dilihat dari motivasi siswa aspek yang diukur adalah aspek keaktifan siswa apabila sudah mencapai targer 70% atau lebih dinyatakan anak sudah termotivasi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar sedangkan secara individual, siswa dinyatakan tuntas belajar jika telah sampai pada tingkat pemahaman materi 70 % yang ditunjukkan dengan perolehan nilai test formatif atau lebih .

Rancangan Penelitian

    1. Siklus I
    2. Perencanaan
    3. Menganalisis KD, IPK, Tujuan Pembelajaran dan Materi
    4. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mode Daring dengan Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Media Google classroom
    5. Membuat bahan ajar, LKPD, Media Pembelajaran, evaluasi yang inovatif, kreatif dan interaktif
    6. Mengintegrasilak bahan ajar, LKPD, Media Pembelajara dengan google classroom
    7. Pelaksanaan

Berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP ) yang antara alain mencantumkan Tujuan Pembelajaran , Langkah-langkah pembelajaran berupa kegiatan pendahuluan, Inti, penutup disertai alat/ bahan , sumber belajar dam penilaian

Pengamatan

Ketika pembelajaran berlangsung, maka team teaching akan membantu peneliti untuk melihat kualitas pembelajaran baik itu kegiatan siswa maupun kegiatan guru dalam rangka menjadi bahan refleksi untuk pertemuan berikutnya. Dalam melakukan pengamatan ini, pengamat akan diberikan lembar observasi.

Refleksi

Peneliti bersama-sama dengan pengamat melakukan diskusi segera setelah pembelajaran selesai dilakukan. Hal ini dilakukan guna mencari kekuatan dan kelemahan model discovery yang diterapkan dengan menggunakan google classroom

Siklus 2

Kegiatan pada siklus ini untuk memperbaiki kekurangan yang ada pada siklus pertama. Jadi, pada rancangan siklus ini, dilakukan atas hasil dan refleksi dari siklus pertama terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan model discovery learning melalui google classroom. Untuk prosedur pada siklus ini sama pada siklus pertama, yaitu dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.

Identitas Penulis

Nama : Tri Sukesti, S.Pd.

NIP : 19700114200801 2003

Jabatan : Guru Sejarah

Pangkat/ Golongan : IIId/ Penata Tk.1

Unit Kerja : SMAN 1 Patikraja

By admin

You cannot copy content of this page